Sabtu, 11 Juni 2011

KU INGIN....

Kuingin teriak tapi tak bisa
Kuingin berbagi tapi tak tahu dengan siapa
Kuingin lari tapi aku tak tahu kemana arah tujuannya
Kuingin dan banyak yang kuingin,..
Akhirnya lelah di  jiwa
Aku memang letih, lelah.
Dan sangat terlalu letih untuk semua
Aku ingin melupakannya,.
Dan tak terasa tahunpun kini tlah berganti
Tapi aku tetap merasakan lelah dan letih
Kuingin orang-orang  yang kucinta bahagia
Kuingin orang yang kusayang senang dengan apa yang aku lakukan
Kuingin dan banyak yang kuingin,.
Banyak yang ingin aku raih,.
Dan akhirnyapun lelah di jiwa,,letih,.dan letih
Kuingin berbagi,..suka dan duka,,senang, sedih
Dan kuingin tertawa sepuas-puasnya
Biar beban didada hilang
Dan akhirnya
Aku letih, dan aku tetap sendiri ditengah keramaian,.
Dan aku memilih untuk tetap diam, dengan beban pikiran yang selalu mengayut
Ku akan tetap berjalan sampai aku masih bisa
Aku akan tetap,..dengan harapan-harapan yang akan aku wujudkan,.
Semoga bisa semua impian yang kumau terwujud adanya,.
Amin,..

Senin, 18 April 2011

Hidup Adalah Permainan. Jadilah Pemain Kehidupan.

 



Coba tanya diri anda masing – masing. Apa arti hidup menurut anda?
Hidup adalah …. .
Coba isi titik – titik yang tersedia setelah kata adalah. Pertanyaan ini sederhana, namun saya yakin isinya pasti beragam. Bisa jadi hidup adalah perjuangan, atau hidup adalah tantangan, atau hidup adalah perjalanan, dll.
Jawaban dari pertanyaan tadi bisa jadi beragam, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan : Jawaban dari pertanyaan tersebut mencerminkan keyakinan anda atas kehidupan. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan. Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan “memecahkan tantangan”. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan “berjalan” diatasnya.
Cara kita meyakini kehidupan akan berimbas ke pola pikir kita. Pola pikir akan mempengaruhi tindakan, dan tindakan akan menghasilkan nasib.
Tulisan ini memberikan alternatif makna hidup itu tanpa mesti mengesampingkan makna hidup yang anda yakini sekarang. Alternatifnya yaitu: “Life is a game. Hidup adalah permainan”.

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata ‘games’? Mungkin Play Station, menyenangkan, asyik, games di computer, level, hadiah, menang, kalah, bisa diulang, dan sebagainya. Nah, hidup ternyata banyak sekali kesamaannya dengan permainan di Play Station itu.

Jadi, ketika anda memaknai hidup anda sebagai permainan, maka anda sadar bahwa:

* Anda dapat menikmati hidup anda, apapun yang terjadi.

Susah senang bisa anda nikmati. Menikmati kesenangan tentu sudah biasa, tapi menikmati kesusahan? Nah, di situlah letak keasyikan permainan hidup ini.

* Anda dapat mengulang hidup anda.

Memperbaiki kesalahan-kesalahan tanpa terbebani olehnya. Karena kesalahan adalah hasil tindakan. Dan tindakan adalah muara dari bergeraknya potensi-potensi anda. Jadi, apa salahnya dengan kesalahan? Ia sudah terjadi. Jangan menyalahkan kesalahan. Tak ada gunanya.

* Anda berada di suatu level permainan tertentu dengan berbagai masalah dan tantangannya.

Dengan terus main, anda akan dapat melewati level itu dan memasuki level baru yang lebih mengasyikkan.

* Semua orang di dunia ini adalah kawan-kawan anda.

Anda akan menemukan bahwa sebenarnya orang-orang di sekitar anda – apakah mereka baik atau buruk sikapnya – adalah kawan main dalam game of life anda. Mau kah anda main sepak bola tanpa lawan? Dengan lawan yang sepadan, permainan akan menggairahkan. Karena itu, pada hakikatnya semua orang adalah kawan ‘main’ anda.

* Anda terbebas dari semua ketakutan yang tidak perlu.

Dengan menjadi pemain dalam game of life, mengalami hal-hal yang misterius (hal-hal yang tadinya anda takuti) jauh lebih berharga dari kehilangan hal-hal yang anda miliki. Dan untungnya, gairah untuk main itu justru membuat hal-hal yang ditakutkan itu tidak terjadi.

* Anda bisa dengan lebih mudah memperoleh hal-hal yang anda inginkan.

Dengan menjadi pemain dan terlepas dari ketakutan, anda membebaskan potensi-potensi anda. Anda mengaktifkan salah satu law of life yang sangat kuat yaitu, The Law of Attraction, Hukum Tarik Menarik. Anda pun bisa focus pada hal yang anda inginkan, bukan hal yang menghalanginya. Dan ketika anda focus pada keinginan anda, anda memusatkan sumberdaya anda padanya. Anda kembali mengaktikan Law of Life lain : The Law of Action. Inilah juga yang membuat keinginan itu lebih mudah anda dapatkan.

* Anda bisa hidup penuh ketenangan.

Anda sadar anda adalah pemain yang sebenarnya tak punya apa-apa. Anda hanya diberi hak untuk bermain. Orang yang tak punya apa-apa tidak akan kehilangan apa-apa. Inilah anugerah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa. Tidak punya apa-apa, tapi boleh main dan menikmatinya. Wow…

* Ada aturan-aturan main yang justru membuat anda bebas.

Ada aturan dalam setiap permainan, termasuk permainan hidup. Aturan ini ada agar para pemain bisa bebas bermain. Tanpa aturan, pada hakikatnya tidak ada kebebasan.

* Anda menjadi pemain, bukan korban permainan.

Dengannya anda betul-betul bisa memegang kendali atas hidup anda. Berbeda dengan orang-orang yang tidak menjadi pemain. Mereka seperti robot yang tak punya kendali atas diri mereka sendiri. Mereka dikendalikan oleh tiga hal : orang lain, hal-hal yang mereka miliki dan hal-hal yang terjadi pada diri mereka. Para pemain sebaliknya.

Karena itu, jadilah pemain. Ambil keputusan tegas untuk menjadi pemain. Hidup anda dan diri anda sendiri terlalu berharga bila anda hanya menjadi korban permainan. Jadilah pemain.

Buat orang-orang di sekitar anda untuk menjadi pemain juga. Jangan buat mereka menjadi korban permainan anda. Bila anda melakukannya, akan datang saatnya ketika anda yang menjadi korban. Tidak ada yang lebih tragis dari seorang pemain yang mengira dirinya pemain, padahal ia adalah korban. Korban siapa? Korban permainannya sendiri.